
Selama beberapa dekade, Da Nang sering kali hanya di anggap sebagai titik transit bagi wisatawan yang ingin menuju kota kuno Hoi An atau ibu kota kekaisaran Hue
Selama beberapa dekade, Da Nang sering kali hanya di anggap sebagai titik transit bagi wisatawan yang ingin menuju kota kuno Hoi An atau ibu kota kekaisaran Hue. Namun, dalam sepuluh tahun terakhir, kota ini telah bertransformasi secara radikal menjadi salah satu destinasi paling dinamis, modern, dan paling layak huni di Asia Tenggara. Sebagai kota terbesar kelima di Vietnam, Da Nang menawarkan perpaduan langka yang sulit di temukan di tempat lain: mulai dari gedung-gedung pencakar langit yang berkilau di tepi sungai, pantai berpasir putih yang membentang luas, hingga pegunungan mistis yang menyimpan sejarah ribuan tahun.
Harmoni Antara Alam dan Modernitas
Keunikan utama Da Nang terletak pada tata kotanya yang rapi. Keberadaan Sungai Han yang membelah pusat kota menjadi jantung kehidupan malam dengan jembatan-jembatan yang memiliki arsitektur ikonik. Di sisi timur, kota ini berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan, sehingga memberikan akses instan ke pantai-pantai kelas dunia seperti Pantai My Khe. Sementara itu, di sisi barat dan utara, perbukitan hijau dan pegunungan melindungi kota ini dari hiruk pikuk dunia luar.
Surga Bagi Pecinta Pantai
Bagi mereka yang mencari relaksasi, Pantai My Khe adalah jawabannya. Majalah Forbes pernah menobatkan My Khe sebagai salah satu pantai paling menarik di dunia karena pasir putihnya yang halus, ombak yang tenang, serta air hangat sepanjang tahun. Area tepi pantai ini kini di penuhi oleh hotel-hotel mewah, kafe trendi, dan restoran makanan laut segar yang harganya sangat terjangkau bagi kantong wisatawan Indonesia.
Kuliner Da Nang: Simfoni Rasa Tengah Vietnam
Kuliner Da Nang: Simfoni Rasa Tengah Vietnam. Wisata ke Da Nang tidak akan lengkap tanpa menjelajahi kekayaan kulinernya. Berbeda dengan kuliner Hanoi yang cenderung lembut atau Saigon yang agak manis, makanan di Da Nang dan Vietnam Tengah di kenal dengan rasa yang kuat, pedas, dan penuh tekstur.
- Mi Quang: Mi beras berwarna kuning (karena kunyit) yang di sajikan dengan sedikit kaldu gurih, udang, daging babi, kerupuk beras, dan tumpukan sayuran segar. Ini adalah hidangan sarapan wajib bagi warga lokal.
- Banh Xeo: Pancake gurih ala Vietnam yang sangat renyah, di isi dengan udang dan tauge, lalu di bungkus dengan lembaran kertas beras dan daun mint sebelum di celupkan ke saus kacang yang kental.
- Seafood Segar: Di sepanjang jalan Vo Nguyen Giap yang menghadap laut, Anda akan menemukan deretan restoran yang memajang akuarium raksasa. Di sana, Anda bisa memilih langsung ikan, kepiting, atau kerang untuk di masak dengan bumbu bawang putih atau saus asam manis.
Mengapa Da Nang Harus Masuk Daftar Perjalanan Anda?
Selain keindahan objek wisatanya, Da Nang di cintai wisatawan karena keramahan penduduknya dan biayanya yang sangat masuk akal. Kota ini jauh lebih tenang jika di bandingkan kemacetan Hanoi atau kebisingan Saigon. Infrastrukturnya pun sangat modern; bandara internasionalnya terletak hampir di tengah kota, sehingga Anda hanya membutuhkan waktu 10-15 menit untuk sampai ke hotel setelah mendarat.
Da Nang juga merupakan “pintu masuk” yang sempurna bagi penjelajahan selanjutnya. Dari sini, Anda hanya butuh 30 menit berkendara menuju kota tua Hoi An yang romantis, atau 2 jam perjalanan melalui jalur pegunungan Hai Van Pass yang legendaris menuju kota sejarah Hue.
Rincian Pengeluaran Utama
1.Rincian Pengluaran Utama. Tiket Wisata (Bagian Terbesar)
- Ba Na Hills: Tiket masuk sekitar 900.000 VND (± Rp570.000). Ini sudah termasuk kereta gantung (cable car) pulang-pergi dan akses ke Golden Bridge serta wahana permainan.
- Marble Mountains: Tiket masuk + lift sekitar 55.000 VND (± Rp35.000).
- Linh Ung Pagoda (Lady Buddha): Gratis (hanya bayar parkir jika membawa motor).
2. Transportasi Lokal
- Sewa Motor: Sekitar 120.000 – 150.000 VND/hari (± Rp80.000 – Rp95.000). Ini adalah cara paling hemat dan seru untuk keliling Da Nang.
- Grab Car/Taxi: Sangat terjangkau untuk jarak dekat (Rp30.000 – Rp60.000 per jalan).
3. Kuliner
- Makan Lokal (Pho/Mi Quang): Rp25.000 – Rp40.000 per porsi.
- Makan Seafood: Sekitar Rp200.000 – Rp350.000 per orang untuk makan besar.
- Kopi Vietnam: Rp15.000 – Rp30.000 per gelas.
Itinerary Ringkas 4D3N
- Hari 1: Kedatangan & Dragon Bridge
- Check-in hotel, santai di Pantai My Khe.
- Malam hari: Makan seafood dan menonton pertunjukan api di Dragon Bridge (khusus Sabtu/Minggu malam).
- Hari 2: Ba Na Hills (Full Day)
- Pagi-sore: Menikmati Golden Bridge, Desa Prancis, dan taman bunga di ketinggian.
- Malam: Pijat refleksi kaki atau jalan-jalan di pasar malam Son Tra Night Market.
- Hari 3: Marble Mountains & Hoi An
- Pagi: Eksplorasi gua di Marble Mountains.
- Siang: Menuju Semenanjung Son Tra (Lady Buddha).
- Sore-Malam: Perjalanan ke Hoi An (30 menit dari Da Nang) untuk melihat lampion dan naik perahu di sungai.
- Hari 4: Belanja & Kepulangan
- Belanja oleh-oleh di Han Market (kopi, kacang-kacangan, kerajinan tangan).
- Menikmati kopi terakhir di kafe tepi Sungai Han sebelum menuju ke bandara.
Tips Hemat: Pesanlah tiket Ba Na Hills melalui aplikasi seperti Klook atau Traveloka karena seringkali lebih murah dan membantu Anda menghindari antrean di loket fisik.
Destinasi Wajib: Dari Gunung ke Jembatan
Jika Anda berkunjung ke Da Nang, ada beberapa lokasi Destinasi Wajib:Dari Gunung ke Jembatan tidak boleh di lewatkan:
- Sun World Ba Na Hills & Golden Bridge: Terletak di ketinggian 1.487 meter di atas permukaan laut, Ba Na Hills adalah sebuah resor pegunungan yang menawarkan udara sejuk sepanjang tahun. Ikon paling terkenalnya adalah Golden Bridge (Cau Vang), sebuah jembatan emas yang tampak di topang oleh dua tangan batu raksasa yang muncul dari lereng gunung. Berjalan di sini memberikan sensasi seolah berjalan di atas awan. Selain jembatan, terdapat pula replika desa Prancis abad pertengahan yang sangat estetik untuk berfoto.
- Marble Mountains (Ngu Hanh Son): Hanya 15 menit dari pusat kota, terdapat lima bukit kapur yang di namai berdasarkan elemen alam: Logam, Kayu, Air, Api, dan Tanah. Marble Mountains bukan sekadar objek wisata alam; sebab di dalamnya terdapat jaringan gua yang luas, pagoda kuno, dan tempat suci umat Buddha yang telah ada selama berabad-abad. Dari puncak bukit “Air”, pengunjung dapat menikmati pemandangan panorama kota dan garis pantai yang memukau.
- Dragon Bridge (Cau Rong): Jembatan ini adalah simbol kekuatan dan pertumbuhan Da Nang. Berbentuk naga raksasa yang melintasi Sungai Han, jembatan ini menjadi pusat perhatian setiap Sabtu dan Minggu malam pukul 21:00. Pada jam tersebut, naga ini akan melakukan atraksi yang memukau dengan menyemburkan api dan air dari mulutnya, sehingga menciptakan suasana pesta bagi ribuan warga lokal dan turis yang berkumpul di sekitarnya.
Kesimpulan
Da Nang adalah wajah masa depan Vietnam. Sebuah kota yang menghormati akar sejarah dan keindahan alamnya, namun tidak ragu untuk merangkul modernitas dengan inovasi jembatan serta arsitektur yang berani. Baik Anda seorang petualang yang ingin mendaki gua, pecinta sejarah yang haus akan budaya, atau sekadar ingin bersantai di tepi pantai sambil menikmati kopi Vietnam, sesuatu yang spesial untuk semua orang dapat ditemukan di Da Nang.