
Bukan Cuma Senoparty! Ini Sisi Lain Jaksel Yang Jarang Terjamah
Bukan Cuma Senoparty! Ini Sisi Lain Jaksel Yang Jarang Terjamah Dengan Berbagai Keunikan Dari Kota Penuh Akan Kemewahan. Ketika mendengar kata Jaksel, banyak orang langsung membayangkan gemerlap kafe, outfit stylish. Dan istilah “Senoparty” yang identik dengan kehidupan malam di kawasan Kebayoran Baru. Padahal, Jakarta Selatan tidak melulu soal pesta dan nongkrong estetik. Ada sisi lain Jaksel yang lebih tenang, hijau. Bahkan sarat nilai sejarah yang jarang terekspos. Menariknya, sisi alternatif Jakarta Selatan ini justru menawarkan pengalaman berbeda bagi siapa pun yang ingin menikmati suasana kota tanpa hiruk-pikuk berlebihan. Jadi, jika anda ingin melihatnya dari perspektif lain, berikut beberapa fakta dan sudut menarik yang patut di jelajahi.
Ruang Hijau Yang Bikin Lupa Sedang Di Ibu Kota
Di tengah citra urban dan modern, daerah ini menyimpan Ruang Hijau Yang Bikin Lupa Sedang Di Ibu Kota. Salah satu contohnya adalah Taman Langsat, taman rindang yang cocok untuk jogging pagi atau sekadar duduk santai di bawah pepohonan tua. Selain itu, ada juga Taman Ayodya yang terkenal dengan danau kecilnya. Saat sore hari, suasana di sini terasa lebih damai. Jika di bandingkan dengan pusat keramaian. Banyak warga sekitar memanfaatkan taman ini untuk olahraga ringan, piknik sederhana. Atau hanya sekadar melepas penat setelah bekerja. Transisi dari dunia “Senoparty” ke ruang hijau seperti ini menunjukkan bahwa daerah ini punya keseimbangan unik antara gaya hidup modern. Dan dengan kebutuhan akan ketenangan. Tidak heran jika kawasan ini tetap menjadi favorit banyak orang untuk tinggal.
Kampung Tua Dan Jejak Sejarah Yang Tersembunyi
Tak banyak yang tahu bahwa ia juga menyimpan Kampung Tua Dan Jejak Sejarah Yang Tersembunyi. Di balik gedung-gedung modern, masih ada kampung-kampung tua yang mempertahankan karakter aslinya. Beberapa wilayah di sekitar Pasar Minggu dan Jagakarsa, misalnya, masih memperlihatkan nuansa Betawi yang kental. Rumah-rumah dengan arsitektur lama dan tradisi lokal yang d ijaga turun-temurun. Terlebih menjadi bukti bahwa ia tidak sepenuhnya kehilangan identitasnya. Selain itu, keberadaan kawasan seperti Setu Babakan di perbatasan Jakarta Selatan menjadi representasi budaya Betawi yang autentik. Di sini, pengunjung bisa menikmati kuliner khas. Dan pertunjukan seni tradisional, hingga suasana kampung yang berbeda dari citra Jaksel yang glamor. Dengan demikian, eksplorasinya tidak hanya soal mencari tempat hits. Akan tetapi juga memahami akar budaya yang membentuk kawasan ini.
Surga Kuliner Lokal Yang Tidak Melulu Fancy
Jika selama ini ia identik dengan restoran estetik dan harga premium. Namun kenyataannya ada banyak Surga Kuliner Lokal Yang Tidak Melulu Fancy. Warung makan sederhana hingga kaki lima legendaris tersebar di berbagai sudut. Di kawasan Tebet dan Fatmawati, misalnya, Anda bisa menemukan aneka makanan tradisional, mulai dari soto Betawi hingga nasi uduk yang selalu ramai pembeli. Justru di tempat-tempat sederhana inilah cita rasa autentik terasa lebih kuat. Selain itu, keberagaman penduduk Jakarta Selatan membuat pilihan kulinernya semakin variatif. Ada hidangan khas Nusantara, Timur Tengah, hingga Asia Timur yang bisa di temukan dalam satu kawasan. Perpaduan antara kuliner modern dan tradisional ini menjadi daya tarik tersendiri.
Ia tidak hanya memanjakan pencinta lifestyle kekinian, tetapi juga mereka yang berburu rasa otentik. Sisi lain Jaksel yang jarang di sorot adalah geliat komunitas kreatifnya. Banyak ruang alternatif bermunculan, mulai dari galeri seni kecil, studio musik independen. Terlebihnya hingga ruang diskusi yang rutin mengadakan acara literasi. Kawasan Kemang dan Cipete, misalnya, tidak hanya soal kafe. Akan tetapi juga menjadi tempat bertemunya para pelaku seni dan kreator muda. Diskusi film, pameran fotografi, hingga pertunjukan musik independen sering di gelar secara intimate. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta Selatan bukan sekadar simbol gaya hidup. Namun juga ruang tumbuh bagi ide dan kreativitas. Komunitas-komunitas ini menciptakan warna tersendiri yang memperkaya identitas Jaksel.